Postingan

Botol-botol Bunggar

Tak ada yang kenal siapa itu Bunggar. Semua orang yang berlalu lalang di terminal tempat Bunggar sering bermalam tak pernah barang sedikit meliriknya. Supir-supir itu, pedagang-pedagang asongan itu, calo-calo itu. Satupun tak ada yang mau tahu siapa itu Bunggar. Mereka hanya tahu bahwa lelaki renta beruban dan bungkuk itu tiap hari bercokol di kejamnya kota dengan memungut botol-botol plastik bekas. Tak pernah ada yang tahu siapa itu Bunggar. Bahkan ketika mayatnya kini tergeletak di bawah pohon beringin di pinggir danau itu pun, tak ada yang tahu. Hanya lalat-lalat hijau yang sadar ada tubuh membusuk disana. Sampai di akhir hayatnya, tak pernah sekalipun Bunggar merasa berarti. Maka, bingung sekali ia ketika ditanya, ”Apa yang telah kau lakukan seumur hayatmu?” oleh pria berwajah putih bersih dihadapannya. Badannya yang bungkuk terpaksa ia tegakkan sedikit karena pria ini dua kali lebih tinggi darinya. Jubah putih melilit sepanjang tubuh pria bertudung itu yang keseluruhan badannya me...

Ayo, Ceritakan Liburanmu!

Gambar
Hari ini hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru. Setelah libur panjang, banyak anak yang terlihat bergembira ketika kembali bertemu dengan teman-teman satu kelasnya. Namun, tak sedikit juga yang menyimpan rasa malas mengingat beberapa mata pelajaran yang tak mereka sukai akan kembali menghampiri. Semua itu tergambar jelas di mata Pak Nanang, guru Budi Pekerti yang telah lama mengajar. Maka, pagi itu di jam pertama ia mengajar, sengaja ia tak membawa buku ataupun alat tulis lainnya yang biasa dibawa saat mengajar. Dengan tangan kosong, ia memasuki kelas dan berdiri di depan, menghadap ke arah siswa. Terkenal karena kebaikan dan cara mengajarnya yang menyenangkan, tak ada rasa cemas dan takut di wajah siswa. Semua menatap penuh perhatian pada Pak Nanang yang pasti sudah punya ide menarik lainnya dalam belajar. “Anak-anak, kita telah melewati libur yang panjang, menyegarkan, dan penuh cerita. Sekarang kita akan belajar berbagi. Siapa yang punya cerita menarik selama liburan?” Pak...

Lini Transisi, Ketika Seni Bercerita tentang Sejarah

Gambar
"Belum pernah ada seni yang dapat menaklukkan kekuasaan. Namun seni lah yang ditakutkan banyak penguasa." Lukisan "Penyerangan Pasukan Mataram ke Batavia". Saya bukan penikmat seni yang fanatik, pun bukan seorang pembaca sejarah yang baik. Namun sabtu ini rasa penasaran tentang sejarah Jakarta membawa saya akhirnya datang juga ke tur dan pameran ini. Bertajuk Lini Transisi, Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional ini tenyata adalah yang kedua kalinya diadakan. Pameran kedua ini adalah kerjasama dari Galeri Nasional Indonesia (Galnas), beberapa koleksi dari Kementerian Luar Negeri RI, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Sejarah Jakarta, dan Museum Bank Indonesia. Tentu juga didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena kotanya dibahas dalam diskusi nanti. Pamerannya sendiri sebenarnya sudah dihelat sejak 2 Agustus 2019 dan rencananya akan dibuka sampai 31 Agustus 2019, dari jam 10.00 sampai 19.00 di Gedung A Galnas. Namun khusus tanggal...